HUBUNGAN AKTIVITAS IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR

  • Murtiningsih Murtiningsih STIKES Jenderal Achmad Yani
Keywords: aktivitas, ibu hamil, persalinan, prematur

Abstract

Prematuritas masih merupakan penyebab terbanyak kedua kematian bayi usia 0-6 hari dengan persentase 34%.   Faktor resiko yang berkontribusi terhadap persalinan prematur diantaranya faktor resiko modifiable. Faktor tersebut yaitu aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik ibu pada saat kehamilan dengan kejadian persalinan prematur. Desain penelitian korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 27 orang ibu dengan persalinan prematur menjadi responden dengan tehnik accidental sampling. Alat pengumpulan data berupa pedoman wawancara. Hasil analisis univariat didapatkan karakteristik responden pada usia resiko tinggi 48.1%, pendidikan rendah 66.7%, riwayat premature 18.5%, kebiasaan merokok 40.7%, pre eklamsia 40.7%, BMI pra-konsepsi tidak normal 40.7%. Aktivitas ibu hamil berat 33.3% dan  yang mengalami  persalinan prematur berat (<34 mg) 59.3%. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik ibu pada saat kehamilan dengan kejadian persalinan prematur (p=0,033). Ibu hamil yang beraktivitas berat yaitu berdiri lebih dari 2 jam/hari mempunyai resiko 10 kali lebih tinggi mengalami persalinan prematur berat. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan perlunya meningkatkan pengetahuan tentang faktor yang berkontribusi terhadap kejadian persalinan prematur, yaitu aktivitas selama kehamilan. Tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan atau konseling sedini agar ibu hamil melakukan aktivitas ringan selama kehamilannya sehingga persalinan prematur dapat dicegah. Hal ini berkontribusi terhadap penurunan morbiditas dan mortalitas akibat persalinan prematur. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan cohort atau desain quasi eksperimen tentang pembatasan aktivitas ibu hamil untuk mencegah persalinan prematur.

Published
2019-01-25